... everything happens ... for a (GOOD) reason ... avdio, video, disco (I hear, I see, I learn) ... #GodSpeed
Catching Elephant is a theme by Andy Taylor
… mungkin ini seperti sebuah cerita memalukan yg kadang untuk sebagian orang malu mengakui … sudah menjadi naluri manusia bahwa buruk itu dikubur, dan yg baik diumbar … tapi saya tidak akan malu mengakui kebodohan saya siang tadi … yang akhirnya bikin saya menyesal … supaya ini jadi pesan bagi yang lain supaya “Jangan Contoh Apa Yang Saya Lakukan” …
… oke … sedikit berbagi keburukan aja (yang pastinya jangan dicontoh) … hari ini saya diajak makan siang bareng boss & temen tempat saya berkarya (saya sebut “berkarya”, krn saya ingin merubah mindset diri sendiri bahwa kegiatan rutin saya sehari-hari, senin – jumat, harus bisa menghasilkan sebuah karya … ada gunanya … kalo kerja, huehehe menurut pendapat saya hanya menuruti rutinitas saja … ) … makan siang bareng ini agak sedikit berbeda dengan kebiasaan makan siang biasanya … selain menunya yang agak “wah”, trus gratis ditraktir boss, tapi juga karena kebetulan kami makan siang bareng partner karya yang sengaja berkunjung dari Jogja … tidak ada yang special terjadi ketika makan siang ini … obrolan – obrolan santai berbagi pengalaman dan cerita … sambil sesekali kami tertawa lebar memecah kebekuan dan menghangatkan suasana makan siang kami ….
… oke … makan siang selesai … partner karya pun pamit SMP (Sesudah Makan Pulang – pak H, ijin memakai kata-katanya pak … hwahahaha) … kami pun balik ke tempat berkarya kami … pak boss nyetir, temen berkarya saya duduk di samping pak boss yang sedang menyetir (ngga’ pake tuktiktaktiktuk yaaa … jadi lagu ntar) dan saya duduk di jok tengah … seperti kebiasaan saya, ketika duduk di mobil, pasti akan lebih banyak melihat kesamping luar … memperhatikan apa yang selintas terjadi dlm perjalanan … karena menurut saya ada filosofinya … hidup itu seperti naek mobil atau motor … kita dituntut fokus melihat ke depan, boleh lah sedikit melihat belakang melalui spion, dan sering-sering melihat ke samping karena pasti banyak hal yang akan terjadi di sekeliling kita … untuk lebih peduli dengan sekitar kita … sekalipun itu cuma selintas saja … dan seperti itulah kehidupan sebenarnya menurut saya …
… nhaaa … di sebuah jalan menuju kembali ke tempat berkarya kami … saya tiba – tiba dikejutkan dengan 2 sosok, seorang anak & bapak di sebuah trotoar pinggir jalan … secara penampilan, penampilan mereka lusuh (maaf, secara penampilan, mereka mirip seperti pengemis atau pemulung) baju lusuh compang – camping, alas kaki sandal jepit, celana lusuh dan sobek … si bapak duduk di sebuah pot buatan dr batako di trotoar tersebut … sementara si anak jongkok tepat di depan si bapak … mereka berdua lagi makan bareng … dan yang bikin miris adalah … mereka di pinggir jalan lagi makan (sepertinya nasi bungkus) dr satu bungkusan daun pisang yg dipegang satu tangan si bapak … si bapak makan pelan dengan tangan satunya …. Sementara si anak jongkok di depannya dan makan dengan kedua tangannya … dan saya perhatikan, mereka berdua seperti bapak & anak yang dari pagi belum sempet makan … entah itu bener atau ngga’ tapi itulah pandangan selintas saya … dan selintas itu juga saya langsung diam dan berbicara dlm hati “saya harus samperin mereka … kalo mereka blum makan atau masih kurang makannya, saya harus bantu beliin mereka makan” … woooh, saat itu saya udah niat banget tuch … nyampe tempat berkarya, saya harus balik lagi !!! harusss !!!
… dan ternyata … yaaa niat cuman jd niat doang … nyampe tempat berkarya, saya cerita ke seorang temen … mulai bimbang nih … banyak pertimbangan … balik lagi ngga’ yaaa … ntar kalo balik, trus bapak & anak tadi udah ngga’ ada gimana … trus ntar kalo ternyata bapak & anak tadi ternyata bukan seperti yang saya bayangkan, mereka cuma duduk istirahat sambil makan cemilan sambil nunggu bis doang gimana … dan banyak pertimbangan “jangan – jangan … jangan – jangan” lainnya terlintas … dan batal lah saya nyamperin mereka … kalo orang jawa bilang “rak sembodo” …
… malem … sampai rumah setelah aktivitas ujian mid di kampus … pas mau makan di rumah, saya masih kepikiran terus kejadian siang tadi … jujur, saya merasa bersalah sekali … apa susahnya sih mencoba berbuat baik … apa susahnya sih balik lagi ke tempat bapak & anak tadi trus nawarin mereka dibeliin makan kalo kurang, toh tempat mereka berdua tadi ngga’ jauh-jauh amat … toh di dompet juga masih ada uang … toh buat beli rokok atau beer aja bisa … toh tadi makan siang jg dtraktir boss … trus, kenapa mencoba berbuat baik aja harus mikir panjang kali lebar sih … akhhh beneran nyesel banget … alhasil, di rumah saya ngga’ jadi makan … masih kepikiran dan menyesal dengan kejadian td siang … bener – bener ngerasa bersalah banget …
… jangan contoh apa yang saya lakukan tadi, pengen berbuat baik aja koq mikir kelamaan … terlalu banyak pertimbangan … terlalu mikir “ojo – ojo … gek – gek … jangan – jangan” … semoga masih banyak orang yang lebih baik dari saya, yang akan langsung berbuat baik tanpa banyak pertimbangan … sekalipun mungkin, perbuatan baik belum tentu akan diterima dengan baik pula … tapi, perbuatan baik labelnya akan selalu jadi perbuatan baik … masih banyak juga orang lain yang tidak seberuntung saya … jangan contoh apa yang saya lakukan tadi … bener, jangan menunda atau kelamaan berbuat baik … rasa bersalahnya, rasa menyesalnya kebawa terus cuyyy … #GodSpeed
… melodi demi melodi itu … entah mayor entah minor … akan lebih terdengar indah, dinikmati dalam keadaan diam & tenang …
… akan aku lakukan, apa yang memang harus aku lakukan … aku lakukan, karena aku yakin dengan apa yang kulakukan … buat apa aku lakukan kalo aku tidak yakin …

… hanya sebuah kesimpulan dari percakapan dinihari bersama seorang pribadi yang baru saja putus dengan pacarnya, dan kemudian dipertemukan kembali dengan mantannya …

… dan inilah kesimpulan seorang manusia …
” … ketika kau menarikan ceria hidupmu kepada dunia karena cinta dua manusia … saat itu juga berarti kau telah mempersiapkan sedih kecewamu untuk memainkan perannya … nanti … disaat kau atau dia menyakiti atau disakiti … dan nikmatilah itu …
… ketika keyakinan yang berbeda, ternyata hanya dijadikan tameng dan jadi masalah untuk menyatunya kembali tulang rusuk manusia … lalu, apakah lebih baik tidak berkeyakinan saja ?!? manusia itu sama … datang dari tanah … dan akan kembali ke tanah …
… menangislah ketika kau harus menangis … karena sakitmu akan perlahan luluh bersama air matamu yang mengalir … berteriaklah ketika kau harus berteriak … karena kecewamu akan perlahan menguap bersama raungan keras teriakmu … dan terlelaplah ketika kau harus terlelap … karena itulah saatnya damai kan kembali mendekap penuh hangat diri dan jiwamu …
… berdamailah dengan masa lalumu … hingga masa lalu akan tersenyum melihatmu menjemput masa depan … berdamailah dengan dirimu sendiri … hingga dirimu akan tersenyum karena telah mengenalmu kembali …
… nikmatilah … karena sang ulat itu, perlahan telah menumbuhkan sayap indah untuk menjadi seekor kupu-kupu … “

[ catatan subuh akhir pekan minggu ketiga bulan agustus ]
… manusia yang (masih) berdiri disana itu tak sekuat hercules sang putra dewa zeus … tak juga sebijak raja salomo yang dicintai rakyatnya … tak sehebat julius caesar yang berjaya dalam kiprahnya … atau … tak secemerlang patih gajahmada yang menyatukan nusantara …
… manusia yang (masih) berdiri disana itu … hanyalah seorang anak manusia biasa … jauh dari kata luar biasa … yang merasa, hidupnya (sebetulnya) telah mati … dan kini manusia yang (masih) berdiri disana itu, berjalan memutar hampa … hanya karena (saat ini) tidak diterima di sebuah tempat apa yang mereka gambarkan indah & damai dan disebut surga … dan ditolak di sebuah tempat apa yang mereka persepsikan penuh derita & hukuman tanpa batas dan dituliskan sebagai neraka …
… manusiayang (masih) berdiri disana itu tidak tahu apa-apa akan arti semua misteri hidup ini … yang memang sengaja (diciptakan) untuk tidak diketahui oleh seorang manusia yang (masih) brdiri disana itu … atau anak manusia mana pun … kecuali DIA yang memangtak terbatas … yang diperdebatkan oleh jutaan anak manusia lainnya … yang disebut dalam berbagai kata dan bahasa, sesuai persepsi yang kadang hanya terbatas pada logika dan ego kebenaran masing-masing dari mereka …
… manusia yang (masih) berdiri disana itu hanyalah tahu … dia akan selalu berjalan beriringan bersama apa yang mereka anggap putih bersih … dan tidak ketinggalan pula berjalan bersama pekatnya hitam yang akan selalu bersama … tanpa meninggalkan satu pihak pun … beda dalam sebuah kesatuan … tak dapat ditolak atau dipilih salah satunya … keduanya akan mengimbangkan diri sendirinya … tak terlepas … bagaikan sebuah mata pedang … bagaikan sebuah koin … satu persatu akan menjalankan perannya menurut waktunya masing-masing …
… lalu … kenapa manusia yang (masih) berdiri disana itu hanya diam membatu tanpa berbuat apa-apa … atau mempertanyakan semuanya … ataukah berontak menolak apa yang tidak diinginkannya, yang hanya membuat dirinya hampa tanpa rasa & karsa dalam perjalananannya …atau … memang inikah alur cerita mutlak mereka-mereka yang ada di dunia … berlomba berkuasa akan diri antar manusia … dengan bumbu cinta yang menggoda … harta yang tanpa ronta … atau kuasa maya manusia yang penuh hamba …
… dimanakah sang jiwa … dimanakah sang nyawa … bersembunyi diantara raga … yang (katanya) menunaikan semua karya … tanpa kata yang mudah dicerna … atau straight to the point menjawab semua tanya … atau memang dia sengaja … berada di sebuah antara … hingga dia akan terlepas dari semua apa yang ditentukan sebagai dosa … sementara ketika apa yang dimaklumatkan sebagai pahala merona pada hidup sang raga, bak pahlawan dia akan berada di garis depan membawa tawa sandiwara dan penuh bangga berkata semua adalah jerih payahnya …
… bagaimanakah jika kekotoran itu memang hakikatnya akan selalu dan tetap ada di semua jiwa … layaknya hawa yang tak kuasa menolak mencicip rasa dosa pertama … atau keturunan adam & hawa yang sanggup menghilangkan nyawa manusia lain dengan berjalan begitu mudahnya tanpa ada halang dari sang KUASA … yang hanya jadi ruang coba seberapa berhasilkah jiwa yang dicipta … hingga jiwa-jiwa yang berhasil melewatinya … akan diberi kesempatan merasakan perjalanan jiwa & raga selanjutnya … dalam sebuah dimensi serupa tapi tak sama … dalam lingkaran waktu yang memang hanya terbataskan dalam hitungan angka dan berputar diantara itu saja …
… bertahanlah hai sang raga … berjuanglah hai jiwa … biarkan kepalamu menunduk ke sebuah tempat dimana kau berpijak … dan biarkan dirimu tetap berdiri walau tiada tegak mempertahankan sisa perkasa manusia biasa … hanya untuk sekedar berkata : ” … sampai kapanpun manusia yang (masih) berdiri disana itu, akan tetap berdiri meski penuh tanya, mempertahankan semua peran hitam putihnya jiwa dan raga perjalanan ini … tanpa ada satupun yang bangga akan kuasa mereka mengalahkan yang lain … karena semua hakikatnya adalah dua kesatuan sang jiwa yang harus bersama … “
… manusia yang (masih) berdiri disana itu … tak punya kuasa … tapi manusia yang (masih) berdiri disana itu … punya sebuah nyata akan dunia … yang ada antara jiwa dan raga …

- end of july 2011 -

picture by :
“Kesedihan memang hanya di alami seseorang tetapi Kebahagiaan dapat di bagi utk orang yang mengalami kesedihan”[ anugerah-ilahi @ deviantart ]

… mungkin benar kata orang bodoh :
… rencana terbaik adalah “TANPA RENCANA” …
… rencana … tinggalah rencana … semua, be-ran-ta-kan …
… heyyy !!! it’s last minuteee !!! …
… kalian pikir, seberapa banyak lagi ruang di otak ku yang masih tersisa … hanya untuk memikirkan skenario yang sama dengan pemeran berbeda …
… hellooo … seperti sebuah bola billiard, yang kalian pukul bola merah, bola warna lainnya juga kena pengaruhnya …
… sudah tidak ada kah hal yang lebih penting lainnya, yang harus segera kita selesaikan …
… tidak bosan kah kita … hanya bermain di dalam kubangan ini …
… tidak ingin kah kita … bangun, keluar, dan mulai berjalan meninggalkan kubangan ini … menuju pancuran air hingga kita bisa bersama menikmati kesegaran airnya …

… tidak perlu dipersalahkan & dipertanyakan jika semua nya be-ran-ta-kan …
… mungkin … ini semua nya hanya sebuah “enigma” dari permintaanku untuk belajar tentang arti sebuah “ke-sa-bar-an” …
… tapi maaf … sedikit ruang di hatiku, aku tetap akan marah & kecewa … meski cuma di dalam hati … tanpa perlu ku ekspresi kan pada dunia …
ps.
… di pintu ruangan itu, sudah kutulis secara maya : “Lagi tidak pengen DIGANGGU dengan hal yang SAMA” … #GodSpeed

Belajar Kata
E-NIG-MA
noun
1. something that baffles understanding and cannot be explained how it got out is a mystery | it remains one of nature’s secrets
source: wordnet30
2. a difficult problem
source: wordnet30
3. A dark, obscure, or inexplicable saying; a riddle; a statement, the hidden meaning of which is to be discovered or guessed.
source: webster1913
#GodSpeed